Kuasa Hukum Ady Pawennari Bantah Tudingan Bungkam Aktivis Lingga

Pemprov
bintan

Kepri.tv, Tanjungpinang – Menanggapi tudingan membungkam para aktivitis di Dabo, Kabupaten Lingga. Kuasa Hukum dari Ady Pawennari, M. Indra Kelana membantah tudingan tersebut. Menurutnya, Laporan dugaan pasal ITE yang dilayangkan kepada akun facebook Mandala Pancur sebagai bentuk pendidikan hukum terhadap masyarakat agar lebih hati-hati bermedia sosial.

“Kita jelas membantah, jika disebut-sebut pelaporan itu sebagai bentuk pembungkaman terhadap aktivis,” tegas Indra.

Menurut Indra, tudingan itu justu tidak berdasar, ia meminta kepada pihak yang tidak memahami permasalahan, agar tidak menambah keruh suasana dengan mengeluarkan pernyataan yang tidak ada korelasinya dengan pelaporan tersebut.

“Saat ini kami selaku tim kuasa hukum dari Ady Pawennari fokus menunggu proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian,” ujar Indra.

Senada dengan itu, Syukrianto, tim kuasa hukum dari Ady Pawennari menyebutkan, proses hukum di kepolisian sedang berjalan dan meminta semua pihak menghormati proses yang sedang berjalan.

“Kami mempercayakan proses hukum kepada penyidik Polres Lingga, kami tidak ingin kasus ini melebar kemana-mana,” kata Syukrianto.

Kasus ini bermula saat akun facebook Mandala Pancur mengunggah tulisan yang menyebutkan bahwa Ady Pawennari selaku Direktur PT. Multi Coco Indonesia menerima dan menggunakan dana bantuan dari pemerintah terkait pencetakan sawah di Desa Sungai Besar, Kabupaten Lingga.

Tidak terima dengan postingan itu, tim kuasa hukum Ady kemudian melaporkan akun Mandala Pancur atas dugaan pelanggaran Undang-undang ITE ke Satreskrim Polres Lingga pada Jumat (28/12) lalu. Belakangan, salah seorang oknum caleg di Lingga justru menuding pelaporan tersebut merupakan bentuk pembungkaman terhadap aktivis.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.