Akibat Wabah Corona, Pemerintah China Larang Warganya Konsumsi Hewan Liar

bintan
Wabah corona di China. (Foto Ist)

Kepri.TV, Tanjungpinang – Pemerintah China secara resmi melarang pembelian, penjualan, dan konsumsi hewan liar eksotis setelah praktiknya dihubungkan dengan penyebaran virus corona.

Berdasarkan laporan XinHua News yang dilansir dari Says, Jumat (28/2/2020), secara menyeluruh, pemerintah China melarang jual-beli dan konsumsi hewan liar terhitung Senin (24/2/2020) untuk mencegah penyebaran wabah dari hewan ke manusia di masa mendatang.

Saat ini wabah corona telah menelan korban 2,7 ribu jiwa di Tiongkok. Sejak awal wabah tersebut diduga ditularkan ke manusia lewat babi, musang, atau trenggiling yang dijual di Pasar Huanan di Wuhan.

Menurut The Star, kebanyakan jual-beli hewan liar di China bersifat ilegal. Tapi, praktiknya masih bisa terlindungi, lantaran ada ‘lubang’ di peraturan perlindungan hewan liar.

Setelah virus bernama resmi COVID-19 ini menyebar ke seantero negeri, pemerintah China melarang transaksi jual beli hewan liar di sejumlah pasar, restoran, dan penjualan online. Sementara, pelarangan yang diumumkan minggu ini bersifat permanen.

“Ini sekaligus jadi langkah besar dalam perlindungan hewan liar eksotis,” ucap Zhou Haixiang dari National Committee for Man and Biosphere pada South China Morning Post.(*)

Komentar
Loading...