News Video Portal

Berpotensi Lawan Kotak Kosong, Begini Tanggapan Apri Sujadi

KEPRI.TV, Bintan – Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bintan berpotensi hanya memiliki calon tunggal. Menjelang batas akhir pendaftaran di KPU Bintan, baru pasangan petahana Apri Sujadi-Roby Kurniawan yang mendaftar sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati. Bagaimana tanggapan dari calon petahana jika Pilkada Bintan hanya diikuti oleh calon tunggal.

Menurut Apri Sujadi, demokrasi itu memerlukan proses, dan pada hari ini dukungan dari partai politik adalah cerminan dari dukungan masyarakat. “Itu mencerminkan dukungan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Dikutip dari Mediaindonesia.com, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memperpanjang masa pendaftaran bakal pasangan calon Pilkada 2020 terhadap daerah yang memiliki calon tunggal. Waktu perpanjangan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Sudah tidak ada kemungkinan partai lain atau gabungan partai lain dapat mencalonkan, maka tetap dilakukan perpanjangan tiga hari ya,” ujar Komisioner KPU Hasyim Asy’ari dalam diskusi virtual, Rabu (2/9/2020).

Jumlah daerah yang hanya memiliki calon tunggal dalam pelaksanaan Pilkada 2020 saat ini diperkirakan akan mencapai 31 daerah. Hal itu dianggap sebagai hal yang buruk dari segi demokrasi dan pendidikan politik masyarakat.

“Ini menurut saya merupakan preseden buruk dalam rangka pendidikan politik dan pendidikan demokrasi,” kata Anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus dalam keterangannya, Sabtu, (8/8/2020).

Guspardi mengatakan, Pilkada adalah kompetisi tentang visi dan misi antarkepala daerah. Banyaknya calon tunggal tersebut menyebabkan tidak terwujudnya substansi pilkada. “Karena yang dihadapi kotak, kotak artinya dia tidak punya otak, dia tidak punya visi dan misi, padahal kita punya penduduk terbesar, empat terbesar dunia,” ujar Guspardi.

Adanya kemungkinan calon tunggal di daerah 31 daerah tersebut membuktikan bahwa upaya untuk melakukan pendidikan politik dan demokasi telah mengalami pasang surut dalam memilih pemimpin masa depan. Hal itu menurutnya merupakan ciri demokrasi yang tidak sehat.

(*)

You might also like