News Video Portal

Disabilitas Produktif di Tengah Pandemi Covid 19

KEPRI.TV, Tanjungpinang – Pandemi Covid 19 tak menjadi alasan untuk terus produktif dan berkarya. Seperti halnya sekumpulan remaja disabilitas di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mereka masih tetap berkarya dan memproduksi batik khas Tanjungpinang dan tentunya mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Bagi kaum disabilitas bisa produktif secara mandiri serta mendatangkan penghasilan menjadi suatu kebanggaan. Adalah rumah batik bedelau yang berlokasi di Kelurahan Melayu Kota Piring, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau menjadi sarana bagi kaum disabilitas untuk berkarya dan melatih kemandirian.

Di rumah batik ini, sekumpulan remaja penyandang disabilitas dilatih membatik, dari mulai mendesain, mencanting, mewarnai hingga mencetak kain batik dengan beragam motif dan corak.

Pendiri Rumah Bedelau Batik, Ishak Iskandar yang juga guru di SLB Negeri 1 Tanjungpinang mengungkapkan alasannya membuka usaha Rumah Batik, ia sengaja merintis usaha untuk memberikan kesempatan bagi anak didiknya yang ingin berkarya. Tak disangka, semangat remaja disabilitas begitu besar hingga kini mereka telah menghasilkan puluhan motif batik sejak dirintis 2019 lalu.

Batik karya disabilitas ini telah banyak digunakan oleh berbagai kalangan hingga instansi pemerintah. Satu helai kain batik dijual bervarasi dari mulai Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Di tengah pandemi Covid 19 seperti ini, mereka tetap berkarya dan memproduksi batik, tentunya dengan tetap menjaga jarak fisik serta membagi waktu produksi agar tidak berkerumun.

Rika Nilasari salah seorang pebatik disabilitas mengaku senang bisa diberi pelatihan membatik. Ia pun berharap dikemudian hari bisa membuka usaha batik sendiri dan mengajak teman disabilitas lainnya. Remaja disabilitas di Tanjungpinang ini membuktikan keterbatasan tidak menjadikan penghalang untuk terus berkarya dan mandiri.

(Sumber: Youtube.com/BPDoc)

You might also like