News Video Portal

Diskominfo Tanjungpinang Goro Diorama Perjuangan Raja Haji Fisabilillah

Diskominfo Tanjungpinang Goro Diorama Perjuangan Raja Haji Fisabilillah
Diskominfo Tanjungpinang Goro Diorama Perjuangan Raja Haji Fisabilillah.(Foto Diskominfo Tanjungpinang)

KEPRI.TV, Tanjungpinang – Menjelang peringatan Hari Jadi ke- 19 Kota Otonom Tanjungpinang pada 17 Oktober 2020. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang melaksanakan aksi gotong-royong di Diaro

ma Perjuangan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (8/10/2020).

Diorama perjuangan Raja Haji Fisabilillah dipilih sebagai lokasi bersih-bersih, karena diorama ini menjadi catatan penting dalam sejarah berdirinya kota otonom Tanjungpinang.

“Kita ingin menghargai sejarah dan menghargai apa yang telah dibuat oleh para petinggi sebelumnya. Karena itu, diorama ini harus dilestarikan. Sehingga warga Tanjungpinang punya kebanggaan bahwa mereka punya sumbangan besar terhadap Republik Indonesia,” ucap Kepala Dinas Kominfo, Abdul Kadir Ibrahim saat ditemui Jurnalis.

Untuk itu, lanjut Akib sapaan akrab Abdul Kadir Ibrahim, ia bersama jajarannya melaksanakan gotong-royong di kawasan sejarah ini. Karena, di sini ada catatan tiga pahlawan nasional yakni Sultan Mahmud Riayat Syah, Raja Haji Fisabilillah, dan Raja Ali Haji.

“Hari ini Diskominfo gotong-royong di lokasi ini untuk memberi kabar kepada khalayak ramai bahwa Tanjungpinang punya tiga pahlawan nasional,” ucapnya.

Dari informasi, kata Akib, kawasan ini nantinya akan direvitalisasi. Ia menyarankan sebaiknya panggung yang berada di depan relief ini diratakan sehingga menjadi laman. Panggung itu bisa dibangun kembali di samping bangunan bagian timur.

Jika direvitalisasi seperti itu, maka relief perjuangan perang Kerajaan Riau-Johor-Pahang dan Linggan dibawah pimpinan tertinggi Yang Dipertuan Besar Sultan Mahmud Riayat Syah (Sulatan Mahmud Syah III) dapat disaksikan oleh warga kota masyarakat luas.

Dengan demikian nilai sejarah perjuangan bangsa yang dahsyat pada 6 Januari 1784 yang Belanda kalah dapat dipahami generasi muda. Sedangkan kawasan penyangganya ditata untuk UKM atau PK5 yang berdampak ekonomi kepada masyarakat langsung.

“Tempat yang menjadi perwakilan sejarah perjuangan itu perlu kita rawat, supaya orang yang datang ke mari tahu bahwa kota Tanjungpinang punya sejarah besar dan kita jangan pernah meninggalkan sejarah,” ucap Akib.

Akib juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kadis Perkim Djasman dan Dirut BUMD Kota Tanjungpinang, Fahmi yang sudah mengirim personilnya dan ikut membersihkan kawasan tersebut,” tambah Akib.

Selama gotong-royong, seluruh pegawai dinas Kominfo dibantu dinas Perkim, dan BUMD tampak bersemangat membersihkan rumput dan sampah di sekitaran area relief perjuangan Raja Ali Haji Fisabilillah.

(*)

You might also like