News Video Portal

Kabag Hukum Pemkot Batam Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kabag Hukum Pemkot Batam Ditetapkan Sebagai Tersangka
Tersangka Shm saat digiring petugas ke mobil tahanan.(Foto Istimewa)

KEPRI.TV, Batam – Kabag Hukum Pemkot Batam berinisial Shm ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan menerima uang gratifikasi sebesar Rp685 Juta. Uang yang diserahkan dalam tiga tahap itu diduga berkaitan dengan pengadaan proyek di lingkungan Pemkot Batam.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Fauzi mengatakan penyidik telah memiliki bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan status Shm dari saksi sebagai tersangka. Menurut Fauzi, uang gratifikasi sebesar Rp685 juta yang diserahkan dalam tiga tahap oleh seorang pengusaha di Kota Batam. Selain mengantongi bukti transaksi, Penyidik Kejaksaan juga mengamankan satu unit mobil milik Camat Batam Kota Aditya Guntur Nugraha yang diduga masih berkaitan dalam kasus tersebut.

“Ia diduga menerima uang itu 3 tahap untuk mendapatkan proyek di lingkungan Pemkot Batam,” kata Fauzi.

Selain menetapkan Shm sebagai tersangka, Kejaksaan juga langsung menahan pejabat Pemkot Batam itu. Tersangka ditahan di Rutan Batam untuk kepentingan penyidik.

Dalam kasus dugaan gratifikasi pejabat Pemkot Batam, Kejaksaan telah memeriksa 17 orang saksi. Dua orang diantaranya, Camat Batam Kota Aditya Guntur Nugraha, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie.

Kabag Hukum Pemkot Batam, Shm dijerat dijerat Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 atau kedua Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf e UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi. Jika terbukti menerima gratifikasi, Shm juga terancam dicopot dari statusnya sebagai ASN.

(Wan)

You might also like