News Video Portal

Suap Izin Ekspor Benur, Edhy Prabowo Divonis 5 Tahun Penjara

Suap Izin Ekspor Benur, Edhy Prabowo Divonis 5 Tahun Penjara
Terpidana korupsi izin ekspor bibit lobster (Benur), Edhy Prabowo.(Foto: istimewa)

KEPRI.TV, Jakarta – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 5 tahun pidana penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan terhadap Edhy Prabowo.

Majelis Hakim menyatakan Edhy Prabowo bersama bawahannya terbukti menerima suap US$ 77.000 dan Rp 24,6 miliar untuk mempercepat proses persetujuan pemberian izin budidaya lobster dan izin ekspor benih bening lobster atau benur kepada PT DPPP dan para eksportir benur lainnya.

Selain pidana pokok, Majelis Hakim menjatuhkan pidana tambahan kepada Edhy berupa kewajiban membayar uang pengganti sebanyak US$ 77.000 dan Rp 9,6 miliar. Hakim juga mencabut hak politik Edhy Prabowo untuk dipilih dalam jabatan publik selama 3 tahun setelah menjalani pidana pokok.

Selain Edhy, Majelis Hakim juga memutuskan lima terdakwa lainnya perkara ini divonis bersalah. Kelima terdakwa, yakni Andreau Misanta Pribadi dan Safri selaku staf khusus Edhy dihukum 4 tahun dan 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan; Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy dijatuhi hukuman 4 tahun 6 bulan penjara; Komisaris PT Perishable Logistic Indonesia yang juga pendiri PT Aero Citra Kargo (PT ACK) Siswadhi Pranoto Loe dihukum 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan; dan Ainul Faqih yang merupakan staf pribadi istri Edhy dihukum 4 tahun pidana penjara.

Sebelumnya pada Selasa (29/6/2021), Jaksa KPK menuntut bersalah Edhy Prabowo karena menerima uang suap yang totalnya mencapai Rp 25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih lobster. Edhy dituntut hukuman 5 tahun dan pidana denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Menuntut agar majelis hakim dapat memutuskan, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa 5 tahun dan pidana denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan,” ujar jaksa KPK Ronald Worotikan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, seperti ditulis detik.com.

(*/Brm)

You might also like