News Video Portal

Tiba dari China, Ratusan Pekerja Asing dan Lokal Siapkan Proyek Pembangunan Smelter PT. BAI

Puluhan pekerja asing asal China dipulangkan melalui Bandara RHF Tanjungpinang beberapa waktu lalu.(Foto dok net)

KEPRI.TV, Tanjungpinang – Ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dan puluhan WNI akan tiba di Bandara Raja Haji Fisabillah Tanjungpinang, Sabtu (8/8/2020). Mereka akan di pekerjakan sebagai tenaga ahli di proyek hilirisasi bauksit di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Bintan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Bintan, Indra Hidayat menyampaikan telah berkoordinasi dengan pengelola Bandara RHF Tanjungpinang untuk mempersiapkan kedatangan ratusan pekerja itu.

“Seperti janji pak Luhut kemarin waktu datang untuk dipercepat,” kata Indra.

Lanjut dia, kedatangan TKA asal china ini bersama tenaga ahli lokal yang di sekolahkan di China selama satu tahun, mereka tiba di Tanjungpinang menggunakan tiga penerbangan.

“Informasi laporan terakhir yang kami dapat bahwa persiapan karantina mandiri yang siapkan oleh perusahaan sudah siap untuk melakukan karantina selama 14 hari,” ujarnya.

CEO PT. Bintan Alumina Indonesia, Santony mengatakan sebanyak 300 orang TKA asal China akan dipekerjakan sebagai tenaga ahli untuk percepatan pembangunan kawasan smelter bauksit.

“Mereka (TKA) akan menyelesaikan beberapa proyek industri hilirisasi bauksit beserta fasilitas pendukungnya,” katanya.

Ia menargetkan proyek pembangunan industri smelter akan selesai dalam 5 bulan kedepan dan pada Febuari tahun 2021 industri smelter sudah bisa beroperasi.

“Setelah selesai mengerjakan proyek pembangunan, mereka (TKA) akan kembali pulang ke negaranya,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid 19, PT. BAI telah menyiapkan dormitori/mess yang akan difungsikan sebagai lokasi karantina bagi para pekerja asing maupun lokal yang baru tiba dari China.

“Sesuai anjuran tim gugus, kami sudah siapkan lokasi untuk karantina,” katanya.

Proyek pengerjaan industri hilirisasi bauksit ini sempat terhenti selama 4 bulan akibat pandemi Covid 19. Akibatnya operasional pabrik yang awalnya dijadwalkan Desember tahun ini, harus mundur menjadi Febuari 2021.

Pembangunan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini melibatkan 7 perusahaan kontraktor yang serentak mengerjakan seluruh fasilitas pendukung industri hilir bauksit, seperti PLTU berkekuatan 170 mega watt, waduk dan pelabuhan. Total investasi industri ini mencapai Rp 17 triliun dan akan menyerap 20 ribu tenaga kerja.

(Brm)

You might also like